Layar OLED vs Layar LED: Perbandingan Lengkap

Beranda » Layar Tampilan LED » Layar OLED vs Layar LED: Perbandingan Lengkap

Layar OLED vs Layar LED Perbandingan Lengkap

Jika Anda harus memilih antara OLED atau Layar LED maka Anda harus mengetahui cara kerja teknologi ini. Jika Anda baru saja masuk ke dalam tampilan bisnis, atau sedang berbelanja untuk perlengkapan pribadi, pengetahuan tentang perbedaan utama akan membantu Anda selama pembelian. Anda harus tahu tentang perbandingannya, karena setiap teknologi memiliki kekuatan yang berdampak pada kualitas gambar, efisiensi, dan pengalaman secara keseluruhan.

Daftar Isi

Apa yang dimaksud dengan Layar LED?

Apa yang dimaksud dengan Layar LED

Layar LED adalah tampilan panel datar yang digunakan untuk menghasilkan gambar dengan menggunakan dioda pemancar cahaya (LED). LED ini adalah piksel individual, dan ketika listrik mengalir ke dalamnya, maka akan mengeluarkan cahaya. Hal ini membuat layar LED mampu memuntahkan visual yang cerah dan jernih. Anda dapat menggunakan LED di perangkat seperti televisi, monitor komputer, dan signage digital, yang umum digunakan.

Apa yang dimaksud dengan Layar OLED?

Apa yang dimaksud dengan Layar OLED

Layar OLED berfungsi menggunakan zat senyawa organik yang menghasilkan output cahaya ketika listrik melewatinya. Sedangkan layar LED biasa dibuat dari sekumpulan piksel individual, setiap piksel pada layar OLED menghasilkan cahayanya sendiri, sehingga tidak diperlukan lampu latar. Hal ini membantu menghasilkan warna hitam yang lebih pekat, rasio kontras yang lebih tinggi, dan warna yang lebih cerah. Perangkat yang memiliki layar OLED adalah smartphone, televisi, dan monitor.

10 Perbedaan Utama Antara Layar OLED dan LED

Perbedaan Utama Antara Layar OLED dan LED
  • Mekanisme Emisi Cahaya

OLED: Pada layar OLED, setiap piksel memancarkan cahayanya. Sifat memancarkan cahaya sendiri ini membuatnya menjadi hitam pekat dan memiliki rasio kontras yang tinggi. Apabila Anda melihat layar OLED, semua piksel menyala atau mati secara independen, menghasilkan warna ultra-hitam dengan warna yang jelas. Jadi, pemandangan yang imersif dihasilkan.

 

LED: Jika Anda pernah melihat layar LED, juga dikenal sebagai LCD dengan cahaya latar LED, Anda sudah pernah melihat contoh perangkat ini. Cahaya ini dimodulasi oleh lapisan kristal cair untuk menghasilkan gambar. Untuk itu, Anda memerlukan warna hitam yang sesungguhnya, yang berarti cahaya latar selalu menyala. Sebaliknya, warna hitam digantikan oleh warna abu-abu gelap. Hal ini memengaruhi seluruh kontras dan kedalaman gambar.

  • Tingkat Hitam dan Kontras

OLED: Pada layar OLED, setiap piksel memancarkan cahayanya. Hal ini sangat membantu dalam mematikan piksel sepenuhnya, sehingga menghasilkan level hitam yang sesungguhnya. Warna hitam pekat dan rasio kontras yang tinggi dapat dinikmati karena kurangnya cahaya latar. Fitur seperti ini membuat tampilan jauh lebih menyenangkan di tempat yang gelap.

LED: Tampilan layar LED didukung oleh cahaya latar. Pada tingkat hitam yang sesungguhnya, bahkan peredupan lokal sulit dilakukan. OLED tidak memiliki cahaya latar, meskipun dapat menyebabkan cahaya yang keluar, sehingga warna hitam yang kurang pekat dan kontras yang lebih rendah daripada cahaya latar. Pada bentangan akhir gambar Anda yang bernada gelap, hal ini dapat memengaruhi kualitas gambar secara umum.

  • Kecerahan

OLED: Layar OLED memiliki sumber cahayanya sendiri, sehingga dapat menghasilkan warna hitam pekat dan kontras yang tinggi. Namun demikian, layar ini pada umumnya kurang cerah dalam kecerahan puncak dibandingkan dengan layar LED. Hal ini membuat mereka cocok untuk segala jenis area gelap, tetapi kurang sesuai untuk area yang terang. OLED telah ditingkatkan kecerahannya dalam beberapa tahun terakhir dan lebih serbaguna daripada sebelumnya.

LED: Terdapat cahaya latar pada layar LED, sehingga memungkinkan tingkat kecerahan puncak yang lebih tinggi. Oleh karena itu, layar ini cocok untuk ruangan yang terang dan menonton di siang hari. Kekurangannya yaitu, cahaya latar bisa menghasilkan efek blooming, di mana cahaya memancar dari area yang terang ke area yang gelap. Masalah ini dapat dihindari dengan TV LED kelas atas dengan zona peredupan lokal.

  • Sudut Pandang

OLED: Kamera ini memiliki sudut pandang yang luar biasa. Penurunan warna dan kontras dapat dilihat dari hampir semua sudut dan tampilan mudah dilihat dari hampir semua sudut. Hal ini karena setiap piksel menerangi dirinya sendiri, sehingga menghasilkan kualitas gambar yang konsisten di seluruh layar. Gambarnya jernih dan bagus, baik jika Anda duduk tepat di depan atau di samping.

LED: Layar LED, khususnya yang menggunakan panel IPS, memang menguntungkan dari sudut pandang sudut pandang. Namun demikian, kualitas gambar bisa berkurang apabila melihatnya dari sudut yang tajam. Hal ini memengaruhi warna dengan penampilan yang pudar dan kontras yang menurun. Alasan mengapa keterbatasan ini ada adalah karena layar LED memerlukan cahaya latar dan cahaya latar memiliki kebocoran cahaya yang buruk dan dapat memengaruhi konsistensi gambar dalam sudut miring.

  • Waktu Respons dan Buram Gerakan

OLED: Dengan layar OLED, Anda akan mendapatkan waktu respons nyata yang sangat baik, yang bisa hanya 1 milidetik! Transisi piksel yang cepat ini memungkinkan Anda mendapatkan gambar yang bersih, bahkan saat Anda melesat dengan kecepatan tinggi selama adegan ini. Namun demikian, OLED memiliki masalah dengan keburaman persistensi gerakan, juga disebut sebagai MPRT, di mana piksel tertinggal di layar untuk waktu yang lama. Hal ini bisa memberikan kesan gerakan yang tidak wajar, yang tidak mulus.

LED: Waktu respons (atau tanggapan) layar LED biasanya 1 hingga 16 milidetik lebih lambat daripada OLED. Namun demikian, konsekuensinya adalah keburaman gerakan yang nyata, terutama dari gerakan cepat. Untuk mengatasi hal ini, beberapa layar LED menggunakan penyisipan bingkai hitam atau interpolasi gerakan. Metode untuk mengurangi keburaman gerakan dapat menimbulkan artefak visual lainnya.

  • Ketebalan dan Fleksibilitas

OLED: Anda akan menemukan layar OLED yang begitu tipis dan fleksibel. Alasannya, karena dua piksel dalam satu baris masing-masing akan memancarkan cahayanya, oleh karena itu tanpa memerlukan lampu latar. Dengan desain ini, produsen dapat mengembangkan layar yang ramping dan dapat ditekuk. Produksi berbagai barang inovatif, termasuk smartphone yang dapat dilipat, serta televisi lengkung, menjadi mungkin melalui pendekatan yang fleksibel ini.

LED: Di sisi lain, layar LED cenderung lebih tangguh dan kaku. Piksel bergantung pada cahaya latar untuk menyinari piksel, sehingga membuat perangkat menjadi lebih tebal. Dengan demikian, sistem lampu latar ini membatasi fleksibilitas tampilan yang tidak ideal untuk aplikasi yang memiliki layar melengkung atau layar yang dapat dilipat.

  • Konsumsi Daya

OLED: Efisiensi energi layar OLED menjadi maksimal apabila pemirsa menjumpai materi gelap pada layar. Layar ini juga dapat dimatikan sepenuhnya untuk mematikan setiap piksel sehingga menghasilkan warna hitam yang sesungguhnya dan secara signifikan mengurangi penggunaan daya. Namun demikian, layar ini diketahui mengkonsumsi lebih banyak daya, apabila ditampilkan dengan konten yang terang atau putih.

LED: Penyedia layar LED untuk iklan luar ruang, sinar matahari dapat menurunkan kecerahan layar sepenuhnya, tetapi tidak akan memengaruhi cahaya latar. Lampu latar akan menyala karena konten pada layar. Karena kecerahan gambar secara praktis tidak berdampak pada konsumsi daya, maka, penggunaan lampu latar yang konstan berarti konsumsi daya nyaris konstan.

  • Masa Pakai dan Burn-in

OLED: Layar OLED dikenal dengan kualitas gambar yang luar biasa dan warna-warna yang cerah. Anda akan menemukan mereka sebagai alternatif yang diinginkan tetapi mereka memiliki masa pakai yang lebih pendek daripada layar LED. OLED menggunakan bahan organik yang cenderung menurun seiring berjalannya waktu, dan kecerahan serta akurasi warna cenderung menurun. Kondisi layar yang rusak secara permanen yang dikenal sebagai burn-in dapat terjadi pada layar OLED saat menampilkan gambar yang seragam.

LED: Memiliki masa pakai yang lebih lama daripada OLED. Durasi sebelum mereka berhenti bekerja karena kerusakan akibat panas lebih pendek daripada komponen lain, tetapi penggunaan dalam waktu lama menghasilkan daya tahan yang lebih baik. Hal ini menguntungkan di lingkungan yang cukup terang karena LED dapat menawarkan tingkat kecerahan yang lebih tinggi. Teknologi LED telah meningkat, tetapi, seperti kebanyakan TV, masih mengandalkan cahaya latar, dan karena alasan itu, keseragaman kecerahan dan warna di dalam layar masih menjadi masalah.

  • Biaya dan Ketersediaan

OLED: Pada umumnya, OLED lebih mahal daripada model LED. Hal ini terkait dengan proses manufaktur yang rumit dan terdiri dari bahan organik, yang berarti biayanya lebih tinggi. Oleh karena itu, TV dan monitor OLED sering kali cenderung memiliki label harga yang agak premium. Meskipun demikian, harga telah berangsur-angsur berkurang dengan kemajuan modern.

LED: Tampilan LED biasanya lebih murah. Proses pembuatannya sudah mapan dan karenanya biaya produksinya lebih rendah. Keterjangkauan harga yang terjangkau membuat TV dan monitor LED menjadi pilihan populer di kalangan konsumen yang memiliki anggaran terbatas. Selain itu, layar LED mudah tersedia dalam berbagai ukuran dan model yang berbeda sehingga Anda akan menemukan berbagai pilihan yang dapat Anda pilih.

  • Aplikasi

OLED: Teknologi OLED akan menemukan jalannya ke dalam smartphone, tablet, serta televisi kelas atas. Dengan piksel yang memancarkan cahaya sendiri, tipis dan fleksibel serta warnanya cerah dan hitam pekat. OLED sangat cocok untuk elektronik portabel dan sistem hiburan rumah premium. OLED juga menawarkan fleksibilitas yang memungkinkan bentuk baru dalam tampilan yang dapat dikenakan dan otomotif.

LED: Layar LCD digunakan secara luas di berbagai bidang, oleh karena itu, tidak perlu pengembangan lebih lanjut. Lampu latar untuk mereka sudah dimungkinkan dengan bantuan teknologi LED-cerah dan juga hemat energi! Speaker akan mencakup televisi, monitor komputer, dan smartphone dengan tampilan lampu latar LED. Karena daya tahan dan keefektifan biayanya, LED juga digunakan dalam papan nama, penerangan otomotif, dan penerangan umum.

Pro dan Kontra Layar OLED vs Layar LED

Pro dan Kontra Layar OLED vs Layar LED

Penting untuk mengingat pro dan kontra dari masing-masing layar. Apakah Anda memilih LED yang lebih murah, atau OLED yang berkualitas lebih tinggi, sepenuhnya tergantung pada situasi Anda.

Layar OLED

Kelebihan:

  • Kontras Terbaik: Setiap piksel pada layar OLED menampilkan cahaya secara individual yang menciptakan kontras terbaik untuk reproduksi warna hitam.
  • Titik Pandang Lebar: Layar menghasilkan tampilan warna yang konsisten ditambah dengan tingkat kontras yang tinggi pada berbagai pandangan yang menghasilkan keunggulannya.
  • Desain Tipis dan Fleksibel: Layar OLED sangat ringan dan fleksibel, memungkinkan inovasi dan desain yang penuh gaya.
  • Waktu Respon Cepat: Respons piksel cepat pada layar ini mengurangi keburaman gerakan selama konten yang cepat, seperti game atau olahraga.

Kekurangan:

  • Biaya lebih tinggi: Kerumitan manufaktur yang terkait dengan layar OLED menyebabkan harganya lebih mahal karena persyaratan produksinya.
  • Potensi Burn-In: Tampilan gambar yang statis dalam jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan gambar hantu permanen yang mungkin terbentuk selama waktu tersebut.
  • Kecerahan lebih rendah: Serupa dengan poin di atas, layar ini juga tidak sesuai untuk ruangan yang terlalu terang, karena tidak mampu mencapai tingkat kecerahan puncak.
  • Masa Pakai Lebih Pendek: Layar OLED memiliki masa pakai yang lebih singkat karena bahan biotiknya mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu.

 

Layar LED

Kelebihan:

  • Hemat Energi: Meskipun layar OLED cenderung menggunakan lebih banyak daya, namun layar LED relatif lebih hemat energi karena konsumsi daya yang lebih rendah.
  • Gunakan di Area Terang: Jika dibandingkan dengan teknologi tampilan lainnya, layar LED bersinar di area yang cukup terang karena tampilannya yang cerah.
  • Ketahanan: Layar LED biasanya bertahan lebih lama karena teknologi yang lebih canggih.
  • Keterjangkauan: Karena layar LED lebih murah untuk diproduksi, maka layar ini dijual dengan harga yang lebih rendah kepada konsumen.

Kekurangan:

  • Kontras yang buruk: Tidak seperti layar OLED, layar LED tidak akan pernah memiliki warna hitam pekat atau rasio kontras yang tinggi.
  • Sudut Pandang Terbatas: Kualitas gambar menjadi lebih buruk pada sudut yang lebih lebar, sehingga membatasi fleksibilitas.
  • Desain yang lebih berat: Layar LED sering kali lebih tebal dan lebih berat daripada OLED, membuatnya lebih sulit untuk diintegrasikan ke dalam desain.
  • Lebih banyak Motion Blur: Jika dibandingkan dengan layar OLED, layar LED memiliki kualitas yang lebih buruk ketika menampilkan bagian yang cepat dalam film dan video game.

Pada akhirnya, pilihannya tergantung pada prioritas Anda. Apakah Anda memerlukan kecerahan, efisiensi, dan keterjangkauan LED atau kontras dan desain OLED yang superior.

Layar OLED vs LED - Mana yang Lebih Baik?

Layar OLED vs Layar LED Mana yang Lebih Baik

Pertimbangkan tujuan Anda sebelum memilih antara layar OLED atau LED. Layar OLED lebih mahal daripada layar LED, tetapi biasanya memiliki masa pakai yang lebih lama. Akurasi warna dan kontras sering kali ditingkatkan pada layar OLED, yang membuatnya sempurna untuk visual berkualitas tinggi dalam pengaturan yang lebih gelap.

Di sisi lain, layar LED terjangkau dan mampu bekerja di ruangan yang cukup terang, serta bertahan selama atau lebih lama dari layar OLED. Penyesuaian antara anggaran, lingkungan menonton, dan kualitas gambar perlu dilakukan untuk membuat keputusan akhir.

Kesimpulan

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, memilih teknologi layar yang sesuai mengharuskan Anda untuk memahami perbedaannya terlebih dahulu. Anda perlu mengelola anggaran dan menilai kebutuhan Anda. Layar OLED mungkin menawarkan kontras yang lebih baik sementara layar LED menjadi lebih mudah diakses dan ekonomis. IvanLED adalah pilihan yang tepat untuk layar OLED dan LED.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Dapatkah layar OLED diperbaiki jika rusak, atau apakah layar tersebut harus diganti seluruhnya?

Memperbaiki layar OLED yang rusak adalah proses yang sulit, karena sebagian besar panel harus diganti seluruhnya. Beberapa orang mencoba melakukan perbaikan DIY, tetapi ini rumit karena ketersediaan panel pengganti. Bengkel perbaikan profesional mungkin menawarkan opsi panel, meskipun hal ini akan tergantung pada produsen dan modelnya.

Dapatkah layar OLED dibuat fleksibel atau dapat dilipat?

Ya, teknologi OLED fleksibel pada bidang vertikal dan horizontal. Produsen bahkan telah memproduksi OLED fleksibel yang mampu ditekuk dan dilipat tanpa kehilangan kualitas. Layar ini dapat ditemukan di smartphone yang dapat ditekuk dan televisi yang dapat digulung. Misalnya, LG menciptakan TV OLED yang dapat digulung, dan Samsung menghadirkan jajaran smartphone OLED yang dapat dilipat.

Bagikan postingan ini

Berita Terkini

Cari yang Anda Butuhkan

Dapatkan Penawaran

Gulir ke Atas